Sunday, February 8, 2009

Oh Keretaku...

Udah lama nggak curhat. Jadi kepengen curhat berat tentang kondisi kereta api Indonesia, terutama KRL Jabotabek. Seperti dijelaskan dalam websitenya, "Kereta api di Indonesia ditandai dengan pengayunan cangkul pertama oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele di desa Kemijen Jum’at tanggal 17 Juni 1864...". Jadi bisa dibayangkan, industri kereta api di Indonesia sudah ada 145 tahun yang lalu. 145 tahun yang lalu! sudah lebih tua dari negara Indonesia sendiri. Tapi apa yang sudah dicapai oleh industri kereta api di Indonesia? menurut saya: hampir NIHIL!. Kemajuan terpesat terjadi beberapa tahun yang lalu ketika ada kereta api argo gede, argo lawu, dll. Tapi revolusi besar-besaran di kereta api indonesia, hampir tidak ada. Pertambahan rel juga kayaknya nggak ada? Apalagi sekarang naik pesawat terbang di pulau Jawa ongkosnya hampir sama dengan naik kereta api.

Sebelum itu semua terjadi, ada satu jalur yang menurut saya luar biasa padat, yaitu Jakarta-Bandung. Sebelum adanya tol Cipularang, kereta Jakarta-Bandung adalah jalur primadona, semua orang naik kereta. Bayangkan berapa penghasilan PT KAI dari jalur ini. Tapi apa yang didapat penumpang? nol! Keretanya makin butut, Jamnya makin molor, what not?!

Saya juga ingin cerita tentang pengalaman pribadi saya. saya tinggal didaerah pondok kelapa, dan selalu naik mobil ke thamrin. Makin hari, kekantor dan pulang makin stress karena macet. Minimum 2 jam dijalan, terutama waktu pulang. Eh.. trus saya diajak temen naik kereta, saya pikir daripada jadi gila dijalan, saya naik KRL aja. wah.. ternyata enak juga. pake AC, lumayan bersih, dan nggak terlalu rame juga. Lantas, suatu kali ada kejadian listrik mati, nunggu di dalam krl 15-20 menit. OK lah... ada juga kejadian signal rusak, nunggu 20-30 menit, masih OK. 1 bulan, 2 bulan, saya mulai enek.. karena masalahnya sama! kalo nggak listrik mati, ya signal rusak! Saya heran, 145 tahun kereta api Indonesia berdiri, masalahnya sama, listrik mati atau signal rusak! ngapain aja PT KAI 145 tahun berdiri? ngebenerin signal sama listrik aja kok susah bener ya? saya juga nggak ngerti, yang dimaksud signal rusak tuh apa? lampu merah? signal apa sih yang rusak?

Coba tengok negara lain, nggak usah jauh-jauh: Singapore aja. Saya sangat iri dengan perkeretaapian Singapore (MRT). Bersih, bagus, tepat waktu, elektronis, nggak ada signal rusak, nggak ada listrik mati. Kenapa kereta api kita nggak bisa seperti itu? Kenapa?

Akhirnya, karena setiap kali naik kereta selalu bermasalah, akhirnya saya balik lagi naik mobil, dan harus rela 2 jam waktu saya hilang dijalan... yah mendingan dari pada naik krl yang juntrungannya nggak jelas. tiba tiba mogok dan nggak jalan?!... aneh.. bener bener aneh..