Wednesday, August 28, 2013

Just a thought

Wah wah.. saking lamanya nggak di update, sampe lupa kalo punya blog ini :)

Sekedar update, dalam beberapa waktu terakhir di bulan Agustus 2013, nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan.. ada apa??? There are few things that I wanna share today:

Perekonomian Indonesia sejak tahun 2009 tumbuh rata-rata pada kisaran 6% yoy, meningkat dari 4.5% di Q1 2009, hingga tertingginya 6.8% pada Q4 2010. Tingkat inflasi juga dapat dipertahankan stabil pada kisaran 5% yoy sepanjang 2010-2013, dengan tingkat inflasi terendah terjadi pada level 3.8% di tahun 2011.

Namun demikian, pertumbuhan ekonomi yang terus digenjot tinggi didukung oleh inflasi yang terus ditekan rendah memakan biaya yang sangat besar. Indonesia sejak tahun 2012 telah mengalami twin deficit: defisit fiskal + defisit neraca pembayaran.

Tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditopang oleh tingkat konsumsi mencapai lebih dari 60% dari total PDB kita. Tingkat konsumsi masyarakat Indonesia yang tinggi ini ternyata tidak ditopang oleh produksi barang dalam negeri yang juga tinggi, melainkan oleh tingkat impor yang semakin tinggi, bahkan sejak awal tahun 2012, impor barang dan jasa sudah lebih tinggi dari ekspor kita.

Sebagai gambaran, ekspor non-migas Indonesia sangat bergantung pada ekspor yang sifatnya komoditi, seperti hasil pertanian dan hasil tambang yang mencakup sekitar 35% dari total ekspor kita. Hasil manufaktur memang mendominasi sektor ekspor kita (65%), namun penyumbang terbesar masih sangat didominasi oleh produk-produk tradisional seperti tekstil dan produk tekstil, peralatan listrik, minyak sawit, karet olahan, dan kertas atau barang dari kertas.  Sementara produk-produk ini sudah kalah bersaing dengan produk India dan China. Di sisi lain, impor non-migas Indonesia didominasi oleh barang-barang yang sifatnya konsumtif (90% dari total impor), seperti: makanan jadi, pupuk, makanan ternak, peralatan listrik, produk logam dasar, kendaraan bermotor, suku cadang kendaraan, komputer, pesawat udara. 

Melihat perilaku ini, maka dalam beberapa waktu ke depan volume ekspor kita akan terus mengalami penurunan seiring dengan semakin berkurangnya cadangan bahan tambang, dan impor kita akan semakin membengkak seiring dengan terus meningkatnya jumlah penduduk Indonesia. Ditambah lagi kita belum mampu meningkatkan ekspor jasa kita ke mitra dagang kita, sehingga tidak heran apabila defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit) akan terus semakin meningkat. Pada Q2 2013, current account deficit sudah mencapai -4.4% dari total GDP

Dengan kondisi ini, tidak juga heran apabila nilai tukar Rupiah terus mengalami pelemahan. Dengan belum membaiknya perekonomian negara-negara mitra dagang Indonesia, serta masih tingginya impor barang untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri, ditambah dengan semakin derasnya capital outflow sebagai dampak dari kemungkinan adanya kebijakan dari The Federal Reserves untuk mengurangi quantitative easing (tappering off), maka demand terhadap US Dollar masih akan terus tinggi, jauh melebihi supply US Dollar yang berasal dari para eksportir. Dalam hal ini, upaya menjaga nilai tukar rupiah pada level saat ini (10.000-11.000 per US dollar) akan menggerus cadangan devisa.

So, jangan heran kalau nilai tukar rupiah masih terus akan melemah, sepanjang belum ada kebijakan signifikan dari pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur dan industri hilir, serta mendorong peningkatan produksi dalam negeri untuk meningkatkan ekspor non-komoditi dan mengurangi impor produk-produk konsumtif....


Monday, May 20, 2013

Another Journey to KL

Another trip to KL, and managed to take this pictures... enjoy...

Love the brightness of Petronas Tower...