Wah wah.. saking lamanya nggak di update, sampe lupa kalo punya blog ini :)
Sekedar update, dalam beberapa waktu terakhir di bulan Agustus 2013, nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan.. ada apa??? There are few things that I wanna share today:
Perekonomian
Indonesia sejak tahun 2009 tumbuh rata-rata pada kisaran 6% yoy, meningkat dari
4.5% di Q1 2009, hingga tertingginya 6.8% pada Q4 2010. Tingkat inflasi juga
dapat dipertahankan stabil pada kisaran 5% yoy sepanjang 2010-2013, dengan tingkat inflasi terendah terjadi pada level 3.8% di tahun
2011.
Namun
demikian, pertumbuhan ekonomi yang terus digenjot tinggi didukung oleh inflasi
yang terus ditekan rendah memakan biaya yang sangat besar. Indonesia sejak
tahun 2012 telah mengalami twin deficit:
defisit fiskal + defisit neraca pembayaran.
Tingkat
pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditopang oleh tingkat konsumsi mencapai
lebih dari 60% dari total PDB kita. Tingkat
konsumsi masyarakat Indonesia yang tinggi ini ternyata tidak ditopang oleh
produksi barang dalam negeri yang juga tinggi, melainkan oleh tingkat impor
yang semakin tinggi, bahkan sejak awal tahun 2012, impor barang dan jasa sudah
lebih tinggi dari ekspor kita.
Sebagai
gambaran, ekspor non-migas Indonesia sangat bergantung pada ekspor yang
sifatnya komoditi, seperti hasil pertanian dan hasil tambang yang mencakup
sekitar 35% dari total ekspor kita. Hasil manufaktur memang mendominasi sektor
ekspor kita (65%), namun penyumbang terbesar masih sangat didominasi oleh
produk-produk tradisional seperti tekstil dan produk tekstil, peralatan
listrik, minyak sawit, karet olahan, dan kertas atau barang dari kertas. Sementara produk-produk ini sudah kalah bersaing
dengan produk India dan China. Di sisi lain, impor non-migas Indonesia
didominasi oleh barang-barang yang sifatnya konsumtif (90% dari total impor),
seperti: makanan jadi, pupuk, makanan ternak, peralatan listrik, produk logam
dasar, kendaraan bermotor, suku cadang kendaraan, komputer, pesawat udara.
Melihat
perilaku ini, maka dalam beberapa waktu ke depan volume ekspor kita akan terus
mengalami penurunan seiring dengan semakin berkurangnya cadangan bahan tambang,
dan impor kita akan semakin membengkak seiring dengan terus meningkatnya jumlah
penduduk Indonesia. Ditambah lagi kita belum mampu meningkatkan ekspor jasa
kita ke mitra dagang kita, sehingga tidak
heran apabila defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit) akan
terus semakin meningkat. Pada Q2 2013, current account deficit sudah
mencapai -4.4% dari total GDP
Dengan
kondisi ini, tidak juga heran apabila nilai tukar Rupiah terus mengalami
pelemahan. Dengan belum membaiknya perekonomian negara-negara mitra dagang
Indonesia, serta masih tingginya impor barang untuk memenuhi kebutuhan konsumsi
dalam negeri, ditambah dengan semakin
derasnya capital outflow sebagai
dampak dari kemungkinan adanya kebijakan dari The Federal Reserves untuk
mengurangi quantitative easing (tappering off), maka demand terhadap US Dollar masih akan terus tinggi, jauh melebihi supply
US Dollar yang berasal dari para eksportir. Dalam hal ini, upaya menjaga
nilai tukar rupiah pada level saat ini (10.000-11.000 per US dollar) akan menggerus cadangan devisa.
So, jangan heran kalau nilai tukar rupiah masih terus akan melemah, sepanjang belum ada kebijakan signifikan dari pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur dan industri hilir, serta mendorong peningkatan produksi dalam negeri untuk meningkatkan ekspor non-komoditi dan mengurangi impor produk-produk konsumtif....
Wednesday, August 28, 2013
Monday, May 20, 2013
Another Journey to KL
Another trip to KL, and managed to take this pictures... enjoy...
Love the brightness of Petronas Tower...
Love the brightness of Petronas Tower...
Subscribe to:
Posts (Atom)